Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

~ Tazkiyatun Nafs


TAZKIYYATU NAFS

(تزكية النفس)

ImageTazkiyyah (تزكية) secara bahasa berarti “Thoharoh” artinya bersuci, dan (النفس) artinya adalah jiwa . Sehingga secara sederhana, “Tazkiyyatu Nafs” artinya adalah “pembersihan / penyucian  jiwa”.

Adapun yang dimaksud dengan Tazkiyyatun nafs adalah :

تطهيرها عن الصفات المذمومة وتكميلها وتحليتها بالأعمال الصالحة وتزيينها بجمال التعظم لله

“Pembersihan Jiwa dari sifat sifat yang buruk, menyempurnakan serta mengisinya dengan amal shaleh serta menghiasinya dengan keindahan pengagungan kepada Allah Azza Wa jalla”

Oleh karena itu, Al-Ghazali menyamakan Tazkiyyatun Nafs dengan “Tarbiyyatun Nafs” (Pembinaan Jiwa), yaitu pembentukan jiwa secara sistematis sampai pada tahap yang sempurna (kaamil).

Tazkiyyatun Nafs  memiliki peranan yang teramat penting dalam upaya manusia mencapai keberhasilan, keberuntungan, kebahagiaan dan keselamatan. Dan Allah Ta’ala bersumpah sebanyak sebelas kali berturut-turut, padahal dalam Al-Qur’an tidak dijumpai keterangan yang memuat sumpah Allah sebanyak itu secara berurutan. Marilah kita perhatikan firman Allah sebagai berikut:

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan demi bulan apabila mengiringinya, dan malam bila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penciptaannya (yang sempurna), maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”. (QS Asy-Syams(91)ayat 1-10).

Kalam Allah Ta’ala yang mulia, membimgbing manusia agar menjalani metode “penyucian jiwa” dan agar manusia menghindari metode “pengotoran Jiwa”.  Sungguh dengan metode “penyucian jiwa” ini maka mestilah manusia itu menempuhi jalan jalan ketaqwaan yang hakiki dan terhindar dari jalan jalan kefasikan yang membinasakan.

Kalam Allah Ta’ala yang mulia ini, juga memberitahu manusia; bahwa dalam jiwa manusia telah tertanam Ilham (petunjuk) yang disuntikan Allah Ta’ala secara sir. Ilham (petunjuk) yang dengannya manusia akan memiliki kemampuan untuk mengikuti salah satu diantara dua jalan yang terbentang tersebut. Tinggal apakah manusia mau menguatkan tekad diri dan mengikatkan diri untuk menempuh jalan ketaqwaan dengan metode Tazkiyyatun Nafs atau tidak?.

Kita perlu bertafakkur lebih cerdas bahwa kelak kita akan mati, dan masuklah ke alam yang baru yaitu alam akhirat. Saat itulah, baik harta maupun anak anak tidak akan memberi manfaat dan pertolongan. Hanya mereka, yang datang menemui Allah ta’ala di alam akhirat, dengan membawa “Qalbun Salim” (hati yang bersih)-lah yang akan selamat dari adzab Allah Ta;ala, firman Allah: yaitu di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (Asy-Syu’araa’:88-89).

Nampaklah disini metode “penyucian jiwa” adalah solusi bagi manusia terlepas dari adzab Allah Ta’ala kelak di Hari Akhir. Oleh karena itu, Allah Ta’ala mengutus Rasul dengan salah satu fungsinya yang mulia sebagai Pendidik dan Pembimbing kesucian hati manusia, firman Allah ta’ala: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari golongan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jumu’ah: 2)

Adanya peran Rasul Allah dalam metode “penyucian jiwa” adalah syarat mutlak Tazkiyyatun Nafs. Penyucian Jiwa dengan mengikuti cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW (QS 33/21). Mengikuti tata cara yang telah disyari’atkan oleh Allah Ta’ala.

TUJUAN TAZKIYYATU NAFS

Tazkiyyatun Nafs tujuannya adalah mencapai derajat manusia termulia disisi Allah ta’ala, yaitu “Taqwa Haqqo Tuqootih” (Taqwa yang sebenar benarnya). Dengan derajat Taqwa itulah pasti manusia akan meraih “Mardhatillah” (keridho’an Allah Ta’ala). Jadi tujuan akhirnya adalah Ridha Allah Ta’ala yang diwujudkan dengan tujuan hantaranya adalah menjadi peribadi Muttaqin. Marilah kita perhatikan ayat ayat berikut ini:

“dan Katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” (QS An-Nazi’at (79) ayat 18-19)

“ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS Asy-Syams (91) ayat 8-10)

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran (3) ayat 102)

إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير

“Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat (49) ayat 13)

ومن الناس من يشري نفسه ابتغاء مرضات الله والله رؤوف بالعباد

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Baqarah (2) ayat 207)

_______________________________

:: Ringkasan Pengajian di MATAN (Majelis Ta’lim Tazkiyyatun Nafs) oleh: waiman cakrabuana

2 comments on “~ Tazkiyatun Nafs

  1. zaharuddin
    13 Juni 2012

    Cukup banyak banyak manfaatnya dan ilmu kita bertambah,,, semoga ilmu kita bertambah amein

  2. Ping-balik: Islamic Studies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Juni 2012 by in تزكية النفس.
%d blogger menyukai ini: