Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

cakra voice >> waiman cakrabuana


Image

Tak mengapa tubuh ini dipukul, dilempari batu, diteror, dicaci maki; asal ENGKAU TIDAK MARAH KEPADAKU, asal ALLAH RIDHA KEPADAKU. Tak mengapa manusia seluruhnya diplanet bumi ini membenci kepadaku, asal Engkau Tetap Ridha kepadaku. Bahkan setelah aku diteror hendak KAU lempar aku ke siapa lagi?, kepada musuh yang lebih kejam?, aku Ridha, asal satu saja, ENGKAU TIDAK MARAH KEPADAKU.

(Cakra Voice ~ Mardhatillah)

YA RABB!
Diantara Harap dan Angan … aku berdiri
beri hamba kekuatan HARAP yang KUAT
dan sirnakan Ketinggian ANGAN-ANGANku

Hamba berharap
kelak digabungkan dengan jama’ah hamba-hamba-MU
diseru dengan seruan penuh RAHMAH
di persilahkan memasuki Surga-Mu

Hamba berharap bertemu dengan-MU
menatap Wajah-MU
menikmati keindahan estetika TERINDAH
duhai lezatnya….

RAbb!
Qabulkanlah.

(( cakra voiceHarapan & angan-angan)

Sungguh, jika derita yang datang sebagai wujud ujian dari Allah ini kita jawab dengan “Keimanan”, maka hasilnya akan melahirkan mukmin bermental prima yang menyandang “KESABARAN”. Sabar itu adalah kekuatan jiwa yang nampak dari tetapnya ia dalam jalan Fisabilillah bderjuang dan berkarya. Tidak menyerah karena kasus, masalah dan segala kenyataan pahit.

(( cakra voiceApakah Imanmu yang Menjawab ))

Kehidupan itu ibarat buah kelapa’, tergantung kesanggupan kita membedahnya sehingga mampu menikmati hasilnya setelah dibedah. ada yang tidak sanggup mengupasnya sehingga tertipu ia menyangka intipati buah kelapa itu ya serabutnya saja…., ada yang sudah mau berpayah payah mengupasnya, hanya tidak tuntas sehingga beranggapan bahwa intipati dari buah kelapa adalah “batoknya”….,  ada yang mengupasnya tuntas hingga membuka batoknya dan menemukan daging dan airnya…., yang ketiga inilah yang sebenarnya berhasil mengupas intipati dari buah kelapa,

(( cakra voiceFilosofi “Buah Kelapa” ))

Pemilik Qalbun Salim pasti memiliki jiwa yang sensitif , mudah tergugah jika disebut’ nama Allah. ~ Pemilik QALBUN MAYYIT ini telah dikunci mati hatinya oleh Allah. Sehingga sudah tidak sanggup lagi menerima peringatan-peringatan wahyu~ Sifat sifat pemilik Qalbun Maridl ini diumpamakan Allah seperti dalam QS Al-Baqarah. “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat. (( cakra voice ~ Ragam hati))

Perjalanan meninggikan kalimah Allah, adalah perjalanan yang belum juga terlihat ujungnya. Walaupun sudah lebih dari separuh abad dilalui dari semenjak diikrarkannya.

Tongkat estafeta sudah beralih sampai tiga generasi, tetap saja tanda tanda turunnya karunia Allah ini belum terlihat. Mungkin mataku bukan mata keyakinanku, mungkin mataku terhijab berbagai prasangka dan kesalahan… ampuni hamba Rabb.

(( cakra voice ~ Elegi penempuh Perjalanan))

puteraku
jangan kau tiru aku
contohlah para Rasul Revolusioner
dari Adam hingga Muhammad

puteraku ini harapanku kepadamu
semoga kelak engkau mengerti
munajat ini

(( cakra voice ~ Puteraku ))

Hati dalam diri manusia dilapisi benteng yang kuat yaitu “shudur”, tak ada makhluq [selain dirinya] yang sanggup menembus hati [qalbu]. Serangan dan rayuan syetan hanya sanggup menggedor “shudur” manusia (yuwaswisu fi shuduurin naas/ QS 114: 5). (( cakra voice ~ Hati & Serangan Setan))

Kita berasal dari Allah dalam keadaan Fitrah… dengan memiliki kecenderungan untuk mengabdi, berdinul Islam dan mendukung al-haq (kebenaran) …..
“Fitrotallah Allati Fatoron Naas Ilaiha” (30/30)

alangkah indahnya jika jiwa yang asalnya dari Allah itu fitrah
saat kembali kepadanya dalam keadaan semula alias terjaga fitrahnya

(( cakra voice ~ Kembali Ke Asal))

Berjalan di muka bumi dengan menelusuri titah perintah Allah Ta’ala, dengan awas dan waspada terjebak  perbuatan dosa baik yang lahir atau yang tersembunyi dalam jiwa adalah jalan ketaqwaan. (( Cakra voice ~ Indahnya Taqwa ))

Kalam Allah Ta’ala yang mulia, membimgbing manusia agar menjalani metode “penyucian jiwa” dan agar manusia menghindari metode “pengotoran Jiwa”.  Sungguh dengan metode “penyucian jiwa” ini maka mestilah manusia itu menempuhi jalan jalan ketaqwaan yang hakiki dan terhindar dari jalan jalan kefasikan yang membinasakan.

Kalam Allah Ta’ala yang mulia ini, juga memberitahu manusia; bahwa dalam jiwa manusia telah tertanam Ilham (petunjuk) yang disuntikan Allah Ta’ala secara sir. Ilham (petunjuk) yang dengannya manusia akan memiliki kemampuan untuk mengikuti salah satu diantara dua jalan yang terbentang tersebut. Tinggal apakah manusia mau menguatkan tekad diri dan mengikatkan diri untuk menempuh jalan ketaqwaan dengan metode Tazkiyyatun Nafs atau tidak?. (( Cakra  Voice  ~ Tazkiyyatun nafs ))

Manusia yang galau adalah manusia yang sedang dalam keresahan, labil, tidak memiliki pedoman. Manusia yang ragu dan tak memiliki pegangan. Tentu hal ini bukanlah jiwa seorang mukmin, sebab mukmin pasti tidak ragu, ia pasti memegang HUDA (petunjuk) dari Allah yaitu Kitabullah (QS 2/2).

Manusia mukmin yang istiqomah (teguh pendirian) pasti akan terhindar dari kegalauan, firman Allah Ta’ala: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus:62)

(( cakra voice ~ Anti Galau ))

Lihatlah, bagaimana setan berlagak sebagai “konsultan ulung” terhadap Adam AS dan Istrinya!. Bahkan agar meyakinkan ia bersaksi dibawah sumpah; bahwa advis (nasehat)-nya kepada Adam AS adalah Benar. Padahal itu semua adalah tipu daya. (( cakra voice ~ menolak Galau ))

“pertempuran antara haq dan bathil adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak terbantahkan. bahkan menjadi tradisi yang tidak bisa dihapuskan dalam realitas kehidupan manusia dimasa yang akan datang” (( Cakra Voice ~
Tradisi Pertempuran ))

“Cinta yang berbalut Kesabaran, akan melahirkan seni bercinta yang artistik. menawan hati para pecinta sejati. Merupakan estetika terindah yang dialami manusia sejati” (( cakra voice ~ Cinta Berbalut Kesabaran ))

“Syahadat adalah kalimah REVOLUSIONER, yang akan menguba lawan menjadi kawan, yang akan mengubah musuh menjadi pembela, yang akan mengubah silemah menjadi kuat, yang akan mengubah hidup abu abu menjadi penuh warna “
((cakra voice ~ Jiwa baru ikrimah ))

Setiap kita akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah berkaitan dengan “masa muda”. Bagaimana engkau pergunakan masa mudamu itu?. Tidak sedikit manusia yang menggunakan masa mudanya sebagai masa untuk berhura-hura, berpoya-poya, bahkan ditenggelamkan dalam pesta narkoba atau pergaulan bebas (naudzu billah). (( cakra voice ~ Ibrahim; Pemuda Revolusioner ))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 September 2012 by in ~ cEloTeh ~.
%d blogger menyukai ini: