Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

GELEGAR GURUH {perumpamaan munafiq} >> waiman cakrabuana


“atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita,  guruh dan kilat; Mereka menyumbat telinganya dengan anak-anak  jarinya sendiri, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”

(qs aL-bAQARAH (2) AYAT 19-20)

(waicak sept 12). Kaum munafiqun diibaratkan seperti orang yang berada dibawah kucuran hujan kebat. Ini menggambarkan orang yang penuh dengan limpahan PETUNJUK ALLAH berupa wahyu Al-Qur’an (dan Hadits Rasulullah).

Tetapi sikap mereka;  berhadap hadapan dengan Al-Qur’an.  Mereka menghadapi Qur’an bukan untuk diterima secara totalitas sebagai PETUNJUK dari Allah. Dan bukan untuk dijalankan secara ‘murni’ dan ‘konsekwen’. Mereka berhadapan dengan QUR’AN untuk memilah dan memilih mana ayat , yang menurut mereka, masih relevan atau sudah usang;  mana ayat yang up to date mana yang sudah kuno;  mana ayat yang rasional mana yang irrasional:  mana ayat yang sesuai budaya (kultur) mana ayat yang bertabrakan dengan kultur.

Seharusnya Al-Qur’an yang merupakankan rahmat (karunia) Allah itu diterima seluruhnya dan dijalankan secara murni dan konsekwen. Tetapi, Karena penerimaan mereka tidak utuh terhadap AL-QUR’AN, maka mereka memandang,  bahwa didalam Al-QUR’AN itu ada yang “menguntungkan” ada juga yang “merugikan”. Ayat ‘yang menguntungkan’ diibaratkan kilat yang bisa menerangi jalannya disaat gelap, dan yang merugikan / menakutkan diibaratkan suara gelegar guruh, yang memekakan telinganya.  Ketika mendengar guruh telinga mereka ditutup rapat oleh jemarinya karena takut mati , tetapi jika ada kilat yang menyinari jalan dikegelapan mereka berjalan dibawah sinarnya.

Kaum munafiqun adalah kaum SEKULER yang memisahkan Islam dengan kehidupan dan negara. Mereka hanya menjadikan syari’at islam itu sebagai aturan yang bersifat individual tidak mengatur kehidupan soaial.

Kaum munafiqun adalah kaum RITUALIS yang menerima aturan Allah dalam konteks ritual (ubudiyyah) sepoerti shalat, shaum, hajji, qurban, aqiqah dll. tetapi setengah-setengah dalam menerima aturan Allah dalam konteks sosial ekonomi (muamalah), atau setengah-setengah dalam meneraima aturan Allah dalam konteks sosial budaya (munakahat) bahkan menolak mentah-mentah aturan Allah dalam konteks sosial politik (jinayah wal khilafah).

Kaum munafiqun adalah kaum MODERAT yang mencoba mengambil jalan tengah (talbis) antara Islam dengan barat atau dengan komunis.

Kaum munafiqun adalah kaum yang KOOPERATIF yang mencoba bersikap lunak dan bekerja sama dengan thaguth agar sebagian ajaran islam bisa dilaksanakan tetapi dia aman dari makar jahat thaguth.

Kaum munafiqun adalah kaum OPORTUNIS yang mencomot sebagian ajaran Islam saja (tidak Kaffah). Dicomot yang dipandang menguntungkan atau tidak merugikan.*****

seri  Munafiqun

Perumpamaan Munafiqun:

Anjing Haus Pengkhianat

Api Menyala namun Cahayanya Padam

Tak berakar tak berbuah

One comment on “GELEGAR GURUH {perumpamaan munafiq} >> waiman cakrabuana

  1. Mang Anam
    13 Oktober 2012

    Reblogged this on Mang Anam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Oktober 2012 by in ~ AqiDaH.
%d blogger menyukai ini: