Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

Perjalanan Manusia ( رحلة الانسان ) >> waiman cakrabuana


Perjalanan Manusia
( رحلة الانسان )

by: waiman cakrabuana

Seluruh manusia pasti akan diperjalankan tahap demi tahap perjalanan, menuju puncak dan akhir dari perjalanan panjangnya (84/19). Tahap demi tahap perjalanan manusia itu, adalah menjalani 2 kematian dan 2 kehidupan, dengan rute perjalanan: Mati, Hidup, Mati dan akhirnya Hidup kembali (2/28)

Tahap Mati Yang Pertama
(الموت الاول)

1~ Tahapan yang pertama (Mati yang pertama) ini adalah tahapan dimana manusia belum bisa disebut (di dzikirkan) (76/1).
2~ “Belum Bisa disebut”, karena memang manusia belum diciptakan, oleh karena itu tahap “Mati Pertama” ini juga disebut kematian yang nisbi / relatif ( موت نسبي ).

Tahap Hidup Yang Pertama
(الحياة الاول)

1~ Berlanjut pada tahap perjalanan yang kedua adalah tahap manusia hidup (dihidupkan oleh Allah untuk yang pertama kali), tahap ini disebut Tahap hidup yang pertama (QS 76/2)
2~ Di tahap ini, manusia setidaknya singgah dalam dua alam; Alam Rahim dan Alam Dunia (23/12-14)

Alam Rahim
(عالم الرحم)

1~ Alam rahim atau disebut juga alam kandungan, adalah kehidupan pertama manusia , dimana manusia hidup dalam rahim (kandungan) seorang ibu, rata-rata selama 9 bulan 10 hari.

2~ Terjadi proses penciptaan manusia yang alami; Alam pertama yang akan disinggahi manusia adalah kehidupan di alam rahim: 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia (23/12-14).

Selain proses penciptaan yang alami, ada juga proses penciptaan manusia yang azali, yaitu penciptaan Adam, Hawa dan Isa (15/26, 39/6, 3/59).

3~ Terjadi proses transaksi perjanjian manusia dengan Allah Ta’ala (7/172), yaitu manusia berjanji untuk BERTAUHID kepada Allah. Proses ini terjadi saat Allah meniupkan Ruh kedalam rahim seorang ibu (15/29).

4~ Seluruh manusia terikat dengan perjanjian Ilahiyyah ini, sehingga kelak setelah manusia dilahirkan ke alam dunia maka ia wajib memenuhi perjanjian Ilahiyyah ini dengan “menghadapkan wajjahnya kepada Dien Islam” dengan “lurs / bertauhid” (30/30).

Alam Dunia
(عالم الدنياء)

1~  Alam Dunia adalah alam yang disinggahi manusia setelah manusia keluar dari alam rahim hingga menemui kematian.
2~  Secara umum manusia akan mengalami masa Dho’fin /lemah (masa kecil), kemudian masa Quwwatin / Kuat (dewasa) kemudian masa Dho’fin / lemah (tua) (30/54). Tetapi ada “Kematian” yang akan membayang disetiap masa kehidupan, sehingga tidak semua manusia mengalami masa-masa tersebut (22/5)
3~  Manusia lahir ke alam dunia dalam keadaan TIDAK TAHU APA-APA (16/78), tetapi manusia lahir dalam kondisi FITRAH, sabda Rasulullah SAW:

(مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ)،

“Tidak ada manusia yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan FITRAH. Maka orangtuanyalah yang akan membuat dia menjadi Yahudi, nashrani atau majusi” (HSR Bukhari)

4~ Kewajiban manusia di alam dunia ini, adalah menjaga agar tetap berada dalam FITRAH-nya, jangan menyimpang. Dan untuk agar tetap dalam posisi FITRAH, ia harus “menghadapkan Wajjahnya kepada Dinul Islam” dengan “lurus / bertauhid” (30/30).
5~ Kelak manusia akan mengalami kematian sebagai akhir dari kehidupan di dunia (29/57). Tidak ada seorang manusiapun yang tahu kapan dan dimana ia akan mati (31/34), tetapi manusia diberi pilihan oleh Allah mau “dalam kondisi apa kamu mati” (4/97). Dan Ar-rahiem mewasiatkan kita agar mati dalam kondisi “MUSLIMUN” (3/102) dan jangan mati dalam keadaan “Dzalimi Anfusahum” (4/97)

Tahap Mati Yang Kedua
( الموة الثاني)

1~  Kematian yang kedua adalah kematian setelah sebelumnya manusia dihidupkan di alam dunia.
2~ Pada tahap ini, manusia akan singgah di alam barzakh (عالم برزخ) yaitu alam penantian menunggu qiyamat dimana seluruh manusia di alam barzakh ini akan dibangkitkan (80/21-22).
3~ Di alam barzakh ini akan ditampakan setiap pagi dan sore hari kapling / tempat yang akan manusia tempati kelak di HARI AKHIR.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهِلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهلِ الجَنَّةَ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْل النَّار يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَشَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Apabila seseorang telah mati, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka diperlihatkan tempatnya di surga. Dan jika ia dari penghuni neraka maka diperlihatkan tempatnya di neraka. Kemudian dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu yang akan engkau tempati pada hari Kiamat”. [HR Muslim no. 5110, Ahmad no. 5656, Mâlik no. 502]

Sebagaimana Allah tampakan neraka kepada Fir’aun di alam barzakh setiap pagi dan petang (40/46).

Tahap Hidup Yang Kedua
(الحياة الثاني)

1~ Kehidupan yang kedua, adalah kehidupan abadi setelah terjadi Hari Qiyamat dan seluruh manusia di alam barzakh dibangkitkan. Disinilah manusia singgah dalam persinggahan terakhir yaitu di alam akhirat (عالم الاخيرة)
2~ Beberapa peristiwa menjelang dan hingga manusia menetap di alam akhirat:

  1. Qiyamat (39/68), yang diawali dengan tiupan sangkakala pertama hingga seluruh makhluq mengalami kebinasaan / mati dan tiupan sangkakala kedua adalah dimana manusia yang sudah mati dan singgah di alam barzakh dibangkitkan dihidupkan kembali (22/1-2, 81/1-4)
  2. Ba’ats / kebangkitan, yaitu kebangkitan manusia dari alam barzakh (39/68, 22/7, 3/98)
  3. Mahsyar, yaitu pengumpulan seluruh manusia dalam satu tempat setelah manusia dibangkitkan (14/21, 6/22, 17/71, 4/41, 20/124)
  4. Hisab, yaitu manusia akan dihitung amalnya selama di dunia (58/6-7, 17/13-14, 2/143)… dihadirkan dalam persidangan akhirat ini saksi – saksi; saksi sosial kerisalahan (24/24, 17/71) dan saksi diri (6/94)
  5. Mizan, yaitu penimbangan amal (21/47, 23/102-103)
  6. Shirat, yaitu manusia diperjalankan pada sebuah titian; barang siapa yang tidak bisa memelihara FITRAH-nya selama didunia akan jatuh keneraka dan barangsiapa yang mampu memelihara FITRAH-nya akan sukses melaju hingga ke Surga (19/71-72)
  7. Khulud, yaitu masa keabadian: ada yang abadi di NERAKA (2/80-81, 39/71-72), ada yang abadi di suRGA (2/82, 7/49, 16/31, 39/73-74)

Inilah perjalanan panjang manusia, semoga kelak di persinggahan terakhir dalam hidup yang abadi di akhirat kelak kita berada dalam SURGA. **** SBPRA02

Wassalaam
Semoga bermanfaat

@waiman cakrabuana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Oktober 2012 by in TARBIYYAH.
%d blogger menyukai ini: