Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

>> Mengapa Terasing? >> waiman cakrabuana


Rasulullah bersabda (yang artinya), “Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’).”

(hadits shahih riwayat Muslim)

(waicak nop 12). Asing itu artinya tidak dikenal, tidak populer, tidak dominan.

Mengapa tidak dikenal?

Allah berfirman: “Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang”. (QS Al-Qashash (28) ayat 35)

“Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu”.(QS Al-Qashash (28) ayat 35)

Seperti masyarakat Mesir pada saat Fir’aun menjadi rajanya, maka cahaya Allah yang dipancarkan melalui kedua utusan Allah menjadi tidak dikenal mereka mengatakan KAMI BELUM PERNAH MENDENGAR SERUAN YANG SEPERTI INI.

Tentu saja bukan terasing dengan sendirinya, besar kemungkinan karena PENGUASA DZALIM pada saat itu, yang dengan sengaja dan sistematis merencanakan untuk memadamkan cahaya Allah tersebut. Dan hal ini adalah sunnatullah (ketentuan Allah yang pasti).

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Al-An’am (6) ayat 123)

Penjahat-penjahat besar itu adalah penguasa yang dzalim yang senantiasa membuat makar (rencana jahat) untuk merintangi dakwah tauhid para Rasul. Hingga Islam menjadi ter alinasi (terasing) di tengah masyarakat.

Para penguasa yang DZALIM itu memiliki agenda besar “Memadamkan cahaya Allah”.

Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS Ash-Shaf (61) ayat 7)

Upaya mengalienasi (mengasingkan) Islam

Agenda besar para penguasa Dzalim itu ditindaklanjuti dengan langkah langkah (Takhtith). Adapun langkah-langkah itu adalah sebagai berikut:

1- Tahrif (merobah-robah): merubah ubah isi Al-Kitab (wahyu Allah) dari tempatnya semula
2- Sami’na wa ashoina (kami dengar tapi kami ingkari); Qur’an dan ajaran Islam didengar, dikaji, dianalisis tapi bukan untuk diamalkan, tetapi untuk diingkari
3- Wasma Ghairo Musmaien (mendengar tapi tidak mendengar) : artinya mengacuhkan, mengabaikan hukum-hukum wahyu dan ajaran ajaran Islam. Islam dan Al-Qur’an tidak dijadikan sebagai sumber hukum tertinggi
4- Raaina (memutar mutar lidah); memelintir ayat ayat Allah, untuk menjustifikasi kekuasaan dzalim atau untuk melegalkan kemaksiatan. Artinya menggunakan ayat Allah untuk pembenaran atas rezim tirani atau kejahiliyyahan.
5- Yaktumuuna ayaat (menyembunyikan ayat-ayat Allah)
6- talbisul haq bil bathil, mencampuradukan kebenaran dengan kebatilan

Seluruh langkah-langkah peng asingan Islam itu bisa kita lihat dalam QS An-Nisa (4) ayat 44-46, Al-Baqarah (2) ayat 159 dan Al-Baqarah (2) ayat 42. *****

 

wassalam

waiman cakrabuana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 November 2012 by in ~ Tsaqofah Islam.
%d blogger menyukai ini: