Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

Pengertian Ad-Din menurut bahasa >> ibnu audah


Pengertian Dinul Islam dari sudut bahasa

Ad-Din berasal dari bahasa Arab “Daana – Yadiinu – Diinan” (دان – يدين – دينا) memiliki arti yang banyak yaitu agama, jalan hidup, tatanan, hukum dan lain lain

Al-Maududi [empat Istilah dalam Al-Qur’an] mencatat makna Ad-Din dari sudut bahasa sebagai berikut:

-[1]-

Kegagah-perkasaan, kekuasaan, kemampuan, peradilan pemaksaan, pembudakan dan sebagainya.

Kata mereka:

دَا َ ن النَّس = Danan-nasa. Yakni: Menjadikan orang-orang taat kepadanya.
دِنْتُهُمْ َفدَانُو = Dintuhum fa danu. Yakni: Kutekan mereka sehingga menyerah.
دِنْتُ اْلَقوْمَ = Dintul qauma. Yakni: Kutundukkan mereka, atau kuperbudak.
دَا َ ن الرَّجُ ُ لُ = Danar-rajulu. Yakni: Orang itu sudah berkuasa.
دِنْتُ الرَّجُ َ ل = Dintur-rajula. Orang itu telah kubebani tugas yang dibencinya.
دُيِّنّ فُلَا ٌ ن = Duyyina fulanun. Yakni: Fulan dibebani pekerjaan yang dibencinya.
دِنْتُهُ = Dintuhu. Yakni: Kumpimpin dia dan kukuasai.
دَيَّنْتُهُ الَْقوْمَ = Dayyantuhul qauma. Yakni: Dia kuserahi kepemimpinan

Seorang panglima yang telah membebaskan suatu negeri, atau suatu
bangsa dari suku, dinamakan دَيَا ٌ ن = Dayyan

Atas dasar itu, maka budak sahaya disebut juga مَدِينٌ = Madin

َالْمَدِينَةُ = Almadinah. Yakni: Suatu umat, bangsa.

اِبْنُ الْمَدينَةِ = Ibnul madinah. Yakni: Bumi putra.

-[2]-

Ketaatan, penghambaan diri, pelayanan, pengekoran.

Kata orang Arab:

دِنْتُهُم َفدَانُوا = Dintuhum fa danu. Yakni: Kutundukkan mereka, maka taatlah mereka

دِنْتُ الرَّجُ َ ل = Dintur-rajula. Yakni: Orang itu kulayani.

قَوْمٌ دِينٌ = Qaumun dinun. Yakni: Suatu kaum yang taat pada peraturan.

-[3]-

undang-undang, tata-tertib, ideologi, aturan, tata-kerama, adat-istiadat dan sebagainya.

Kata orang Arab:

مَا زَا َ ل َذلِكَ دِينِي وَدَيْدَنِي = Ma za’a dzalika dini wa daidani: Yakni: Begitulah aturanku yang tak pernah kuubah

َانَّ رَسُو ُ ل اللهِ صَلَّى اللهُ عََليْهِ وَسَلَّمَ كَا َ ن عََلى دِينِ َقوْمِهِ
(Anna Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam kana ‘ala dini qaumih).
Ertinya: Bahwa Rasulullah s.a.w. dahulu sebelum Islam tunduk pada aturan atau adat sukunya. Seperti cara perkahwinan, peradilan, kemasyrakatan pembahagian waris dan pusaka, undang undang dan peraturan.

-[4]-

pembalasan, upah, peradilan, tindakan, pertanggungjawapan, perhitungan tuntutan.

Tersebut sebuah pepatah:

كمَا تَدِينُ تُدَا ُ ن
(Kama tadinu tudanu).
Maksudnya: Setiap tindakan daripadamu, akan menerima pembalasannya.

oOo

Kesimpulannya secara bahasa bahwa Ad-Dien memiliki 4 makna yang saling berkaitan [2]:

  • As-Shultoh (kekuasaan)
  • Al-Khudu’ Lihadzihis Shultoh (ketundukan kepada kekuasaan)
  • An-Nidhom almunazzalu min hadzihis Shultoh (Peraturan yang dikeluarkan oleh kekuasaan)
  • Al-Jaza’ liman tho’a waman asho’ (Balasan dari kekuasaan terhadap yang taat atau yang membangkang)

oOo

Secara bahasa dapatlah kita tarik substansi Ad-Din adalah lembaga kekuasaan, yang didalamnya ada hukum / undang undang, ada masyarakat yang loyal atau tunduk kepada kekuasaan dan ada mekanisme pembalasan bagi yang mengikuti dan juga bagi yang membangkang***** sb1c 001

wassalaam

Ibnu Audah As-Sundawi

One comment on “Pengertian Ad-Din menurut bahasa >> ibnu audah

  1. Ping-balik: Dua Dien (sistem Hidup) >> ibnu audah as-sundawi « Islamic Studies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 November 2012 by in TARBIYYAH.
%d blogger menyukai ini: