Islamic Studies

Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaien

Memelihara Amanah


يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS 2 / 183)

QS Al-baqarah ayat 183 ini adalah landasan hukum pelaksanaan SHAUM. Ayat ini menjadi sangat popular dan familier di bulan Ramadhan , karena shaum wajib sebulan penuh terjadi pada bulan Ramadhan

dogwood_flower_black_white_950

Saudaraku!

Ayat ini diawali dengan lafadz panggilan kepada orang yang beriman. Karena hanya orang yang beriman yang dipanggil oleh Allah untuk menerima “amanah” Shaum, kenapa?

Saudaraku!

Ada hukum timbal balik antara hamba dengan Allah… jika kamu mencintai Allah, pasti Allah juga mencintai kamu (QS 5/54)… jika kamu ridha kepada Allah, pasti Allah meridhai kamu (QS 89/28)… jika kamu menolong (agama) Allah, pasti Allah menolong kamu (QS 47/7)

Maka bedasarkan hukum timbal balik ini,,, jika kamu PERCAYA kepada Allah, pasti Allah juga akan PERCAYA kepadamu. KEPERCAYAAN kita kepada Allah namanya IMAN, sedangkan KEPERCAYAAN ALLAH kepada kita namanya AMANAH. Jadi HANYA ORANG YANG BERIMAN YANG AKAN DIBERI AMANAH.

Disini, mengandung pengertian bahwa hanya orang yang beriman yang akan sanggup MENJAGA dan MERAWAT setiap amanah Allah. Firman Allah: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” (QS 23/1) yaitu “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat [yang dipikulnya] dan janjinya” (QS 23/8).

Tidaklah mungkin orang yang BERIMAN mampu mengkhianati Amanah Allah. Jika Allah amanahkan kepada Mukmin itu “SHAUM”, pastilah ia akan menjaga dan merawat shaum itu sebaik-baiknya. Itu semua karena panggilan keimananannya.

Begitupun jika Allah amanahkan kepada mereka DAKWAH, JIHAD, HIJRAH dan lain-lain perintah Allah, niscaya tidaklah mungkin mereka mampu berkhianat.

Jika ia mengaku beriman tetapi “cacat” atau “khianat” terhadap amanah Allah, maka berarti ia telah merusak amanah (kepercayaan) Allah kepadanya.

____________

KUTIBA artinya “diwajibkan”, kewajiban kewajiban dari ALLAH itulah “AMANAH” Allah kepada manusia mukmin, karena tidak ada “KUTIBA” tanpa diawali ALLADZINA AMANU (Orang2 yang beriman)

Adapun kumpulan “Kutiba-kutiba” (kumpulan kewajiban) mukmin itu adalah KITAAB, jadi Al-KITAB itu adalah memuat sekumpulan kewajiban kewajiban bagi orang yang beriman, Kitab (Al-Qur’an) adalah kumpulan AMANAH bagi orang yang beiman.

Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan KITAB kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang KHIANAT” [QS 4:105]

__________

Saudaraku!

KEBODOHAN dan KEDZALIMAN adalah 2 faktor yang mesti diwaspadai oleh mukmin agar terhindar dari PENGKHANATAN terhadap AMANAH ALLAH ini. Firman ALLAH: “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (QS 33/72)

Kebodohan adalah tiadanya ilmu, maka belajar dan berlatihlah agar segenap AMANAH ALLAH tidak kita khianati…

Kedzaliman adalah pengingkaran atas ilmu atau tiadanya kemauan dan kesanggupan menunaikan AMANAH padahal ia telah mengetahui. Maka kuatkan tekad… keraskan kemauan setelah berilmu agar sanggup memikul amanah ini.

LANGIT sebagai lambang keluasan, BUMI sebagai lambang kekokohan, dan GUNUNG sebagai lambang Ketinggian.

Ternyata bukan KELUASAN, KETINGGIAN dan KEKOKOHAN yang sanggup menunaikan AMANAH , tetapi KEIMANAN-lah satu-satunya tenaga kuat yang akan membuat manusia sanggup memikul AMANAH ALLAH.

__________

Seluruh amanah Allah dalam KITAB-NYA tersebut dapatlah kita ringkas dalam satu terminology “IDZHARUDDIN” (menegakan dan memenangkan Din Allah) (QS 48/28, 42/13).

Sebab dengan tegaknya Din, persisnya tegaknya Khilafah (QS 24/55), maka seluruh amanah Allah menjadi tegak dan idzhar.

______

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. [8:27]***  ((edisi bayan QS 2/183))

  @waiman cakrabuana

Admin Army Ants Community

Tulisan terkait:

1. Ramadhan: Momentum Kebangkitan, Perjuangan dan kemenangan

2. Pengantar Shaum

3. Shaum Wajib

4. Meluruskan Arah Kiblat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Juli 2013 by in TARBIYYAH.
%d blogger menyukai ini: